Tips Penting Dan Praktis Memilih Media Tanam

Posted by on Mar 30, 2015 in Archieves | 0 comments

tabulampot1

Media tanam sangat penting bagi tumbuhan. Karena berpengaruh pada kandungan hara, air, dan udara yang dibutuhkan. Tiap media tanam memiliki kapasitas hara, air, dan udara yang berbeda. Dengan demikian perhatikan cara penting yang praktis memilih media tanam di bawah ini:

  • Kenali jenis dan sifat

Banyak jenis media tanam yang tersedia dan dapat dibeli. Tiap jenis memiliki bentuk, ukuran dan sifat yang berlainan. Media serpihan seperti humus bambu mampu menyimpan air lebih lama dan dalam jumlah banyak. Sebaliknya, media tanam berbentuk silindris dan bulat seperti akar pakis dan coco fiber bersifat mudah melepas air. Sedangkan media tanam berbentuk bulat diantaranya adalah pasir malang dan tanah. Selain jenis ukuran butiran juga menentukan kemampuan benda tersebut menyimpan air. Semakin kecil diameternya, semakin banyak menyimpan air.

  • Sesuaikan dengan jenis tanaman

Tiap jenis tanaman butuh jenis media tanam berlainan. Tanaman kering seperti Kaktus , Adenium, Euphorbia , dan Pachipodium sebaiknya ditanam menggunakan media tanam yang bersifat porus dan mudah membuang air dan partikelnya kecil. Sedangkan tanaman yang membutuhkan air banyak, tanamlah dengan media tanam yang banyak menampung air, contoh tanaman yang butuh banyak air Aglaonema , Philodendron , dan Anthurium .

  • Perhatikan kondisi lingkungan

Media tanamnya sesuai, perhatikan pula keadaan lingkungan. Bila cuaca di sekitar berhawa panas dan kering, disarankan memilih jenis media tanam yang memiliki kemampuan menyimpan air yang kuat. Sebaliknya, bila kondisi cuaca tempat tinggal sering berkabut dan lembap, disarankan agar memilih media tanam yang porus. Media tanam seperti ini mudah mengaliirkan air. Sehingga membuat sistem perakaran tidak terlalu lembap dan menjadi busuk.

  • Indoor vs outdoor

Tanaman yang ditaruh di luar ruangan butuh pasokan air lebih banyak dari pada tanaman yang ditaruh di dalam ruangan. Sedangkan untuk di luar ruangan tiupan angin dan intensitas matahari di luar ruangan membuat laju penguapan lebih cepat.

  • Sesuai dengan jenis pot

Pot berbahan plastik memiliki pori-pori lebih sedikit dibandingkan dengan pot gerabah. Sehingga pot plastik mampu menahan kelembapan media tanam lebih baik dibandingkan dengan pot gerabah. Kekurangan pot plastik adalah aerasi di dalam pot butuk dibandingkan aerasi dalam pot gerabah. Bila memilih pot plastik, disarankan agar media tanam yang digunakan adalah jenis yang mudah mengalirkan air dan porus. Sementara media tanam untuk pot gerabah dipilih yang memiliki kemampuan menyimpan air dalam waktu lama.

  • Usia pakai

Media tanam yang memiliki tekstur lunak dan mengandung hara biasanya lebih mudah melapuk dan terurai. Sedangkan yang bertekstur keras biasanya awet. Contoh media tanam berusia pendek adalah humus bambu, humus kaliandra dan coco peat. Sedangkan media tanam berusia panjang diantaranya akar pakis dan sekam padi.