Sejarah Soto Nusantara

Posted by on Apr 10, 2015 in Archieves | 0 comments

 

soto-ambengan

 

Dikutip dari buku karya Dennys Lombard (Nusa Jawa: Silang Budaya), disebutkan asal mula Soto adalah makanan Cina bernama Caudo, yang pertama kali populer di wilayah Semarang. Dari Caudo lambat laun menjadi Soto.

Chef Dosniroha Sitompul, mengungkapkan masing-masing daerah mempunyai filosofi tersendiri dalam hal masakan berkuah ini. Filosofi itu bisa tergantung di mana soto pertama kali diciptakan, dan isi dalam soto itu. Misalnya saja Soto Bangkong, bukan berarti soto itu berisi daging katak. Namun, nama soto Bangkong tercipta karena berasal dari sebuah kampung di Semarang. “Arti nama soto dan isi dalam soto tidak selamanya sama,” kata Chef Dosniroha

Berbagai daerah di Nusantara memiliki soto yang namanya berbeda-beda dengan ciri khas rasa yang berbeda. Istilah soto Betawi salah satu masakan Indonesia sekitar antara tahun 1977-1978, yang memopulerkan dan yang pertama memakai kata soto Betawi adalah penjual soto di THR Lokasari, Prinsen Park, tentunya dengan ciri khas cita rasa sendiri.

Penyajian masing-masing soto di berbagai daerah di Indonesia mempunyai cara berbeda. Soto dihidangkan dengan berbagai macam lauk, seperti telur ayam, daging ayam, daging sapi, daging kerbau. Dilengkapi dengan soun, kecambah, krupuk, perkedel, emping melinjo, dan lain-lain. Sebagai pelengkap diberi sambal dan kecap. Soto biasanya dihidangkan dengan nasi, sesuai dengan kebiasaan Indonesia. Namun ada juga yang dihidangkan dengan menggunakan ketupat seperti Coto Makassar, dan memakai mie untuk Soto Mie Bogor.