Permainan Tradisional yang Sudah Hampir Punah

Posted by on Apr 16, 2015 in Archieves | 0 comments

permainan tradisional

 

Seiring dengan berjalannya waktu, perubahan zaman, dan perkembangan teknoligi, kini permainan permainan tradisional sewaktu kecil telah mulai terlupakan. Hal ini dibuktikan zaman sekarang permainan serba digital. Dampak negatif dari permainan gadget (gawai) tersebut kurangnya kemampuan komunikasi social.

Berikut ini beberapa permainan yang hamper punah dimakan waktu :

  1. Petak Umpet

Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.

  1. Benteng

Benteng adalah permainan yang dimainkan oleh dua grup, masing-masing terdiri dari 4 sampai dengan 8 orang. Masing-masing grup memilih suatu tempat sebagai markas, biasanya sebuah tiang, batu atau pilar sebagai ‘benteng’.

  1. Egrang

Egrang atau jangkungan adalah galah atau tongkat yang digunakan seseorang agar bisa berdiri dalam jarak tertentu di atas tanah. Egrang berjalan adalah egrang yang diperlengkapi dengan tangga sebagai tempat berdiri, atau tali pengikat untuk diikatkan ke kaki, untuk tujuan berjalan selama naik di atas ketinggian normal.

 

  1. Kelereng

Kelereng atau disebut gundu, keneker, kelici, guli atau lain-lain merupakan bola kecil dibuat dari tanah liat, marmer atau kaca untuk permainan anak-anak. Ukuran kelereng sangat bermacam-macam. Umumnya ½ inci (1.25 cm) dari ujung ke ujung. Kelereng biasanya dikoleksi, untuk tujuan nostalgia dan warnanya yang estetik, dan sebagai gacoan atau jagoan dalam ajang petarungan

  1. Ular Naga

Ular Naga adalah satu permainan berkelompok yang biasa dimainkan di luar rumah. Tempat bermainnya di tanah lapang atau halaman rumah. Pemainnya biasanya sekitar 5-10 orang, bisa juga lebih.

  1. Pletokan

Pletokan dibuat dari bambu, panjang 30 cm dengan diameter 1-1/2 cm. Bambu dipilih yang kuat dan tua supaya tidak cepat pecah. Bambu dibagi dua. Untuk penyodok, bambu diraut bundar sesuai dengan lingkaran laras dan bagian pangkal dibuat pegangan sekitar 10 cm. Potongan bambu yang lain, ujungnya ditambahkan daun pandan atau daun kelapa yang dililit membentuk kerucut supaya suaranya lebih nyaring. Peluru dibuat dari kertas yang dibasahkan, kembang, atau pentil jambu air. Peluru dimasukkan ke lubang laras sampai padat lalu disodok. Permainan ini sedikit berbahaya bila tidak dikontrol karena dapat mengakibatkan cedera pada mata.

  1. Gasing

Gasing, Gangsing, atau Panggal adalah mainan yang bisa berputar pada poros dan berkesetimbangan pada suatu titik. Gasing merupakan mainan tertua yang ditemukan di berbagai situs arkeologi dan masih bisa dikenali.