Manfaat Mengajarkan Anak Berlapang Dada

Posted by on May 18, 2015 in Archieves | 0 comments

40

Berlapang dada sangat perlu untuk dilatih dan diajarkan kepada anak sejak dini, agar kelak dewasa menjadi manusia yang bijaksana dalam menyikapi suatu persaingan. Berikut ini manfaat dari mengajarkan anak berlapang dada :

  1. Untuk dapat belajar mengatasi masalah

Sebagai orang dewasa, tentu sadar, bahwa dunia tidak akan membiarkan menang dengan mudah. Justru, dunia memaksa untuk sangat kompetitif jika ingin terus bertahan. Jadi, biarkan anak-anak belajar mengatasi rasa kalah dengan lapang dada akan membantunya memahami dunia yang sebenarnya. Christine Carter mengatakan bahwa apabila anak tidak pernah dibiarkan kalah, maka tidak akan pernah belajar untuk mengatasi perasaan kalah dan kecewa.

  1. Untuk mengajarkan mudahnya bersenang-senang

Inilah pentingnya mengajari anak bahwa tidak masalah jika sesekali tidak menjadi nomor satu atau pun juara. Anak yang bisa mengatasi keinginan untuk menang dalam permainan, cenderung lebih menikmati permainan mereka meskipun itu nomor satu, dua atau malah nomor terakhir. Lapang dada, adalah kuncinya. Untuk itu, ketika anak sedang bermain, ajak juga untuk bersenang-senang dan menikmati permainan. Hilangkan kata menang atau kalah

  1. Untuk mengajarkan mereka rasa simpati

Orangtua tentu berharap bahwa anak-anak mampu untuk memahami perasaan orang lain. Sayangnya, rasa ini akan susah miliki jika mereka tidak pernah mengalami perasaan yang sama sebelumnya.

  1. Untuk mengajarkan padanya bagaimana mengendalikan diri

Sering melihat anak prasekolah mudah sekali ngambek saat tidak dapat memenangkan sebuah pertandingan.

Sementara itu kenyataan juga paham bahwa tidak selamanya bisa selalu memenangkan pertandingan. Jika anak-anak tidak pernah belajar menghadapi kekalahan dengan lapang dada, maka nantinya mudah menyalahkan orang lain untuk kekalahan yang diterima dirinya sendiri.

  1. Untuk membangun kepercayaan diri

Saat anak-anak belajar bahwa kalah adalah salah satu bagian dari hidup, maka akan dimengerti dan berusaha menjadi lebih baik di lain waktu. Cara berpikir ini akan membantunya membangun rasa percaya dan harga diri terhadap ketrampilan dan kemampuan yang dimilikinya sendiri.