Jangan Sampai Lupa

Posted by on Apr 18, 2017 in Archieves | 0 comments

Jangan Sampai Lupa - Bakiak

Jangan Sampai Lupa – Bakiak

Jangan Sampai Lupa bahwa dunia teknologi yang serba digital (internet) saat ini sangat membantu dan memudahkan tidak hanya orang dewasa pada umumnya  bahkan sampai kepada generasi muda khususnya remaja. Bagaimana tidak? Dengan berbekal ponsel pintar yang memiliki spesifikasi canggih dan lengkap kita semakin dimanjakan dengan aplikasi-aplikasi yang menyediakan semua keperluan kita mengenai informasi.

Begitu pentingnya internet, terlebih ketika kita mendapatkan tugas sekolah dengan mudahnya kita bisa mencarinya dengan membuka mesin pencari (search engine) seperti contohnya Google. Di sisi lain media sosial pun menjadi alternatif sebagai media untuk berinteraksi dan menggali informasi yang sedang tren. Sementara penyedia aplikasi game online pun turut menyumbangkan hasil karya yang begitu menakjubkan.

Ada baiknya kita jangan sampai lupa bahwa dibalik kecanggihan teknologi tidak semuanya memiliki dampak postif apabila dalam penggunaannya dilakukan secara berlebihan khususnya ketika anak kita memainkan game online.

Sepertinya permainan tradisional yang disediakan wisata edukasi Godongijo sangat cocok dan bisa menjadi alternatif untuk anak-anak dalam berinteraksi pada sebuah gathering bersama teman-teman. Seperti contohnya: bermain enggrang, lari tempurung, bermain layangan, bermain gasing, congklak, bakiak, lenggang rotan dll.

Jangan Sampai Lupa - Enggrang

Jangan Sampai Lupa – Enggrang

Mungkin permainan tradisional ini terlihat kuno dan ketinggalan jaman, namun kita jangan sampai lupa bahwa permainan tradisional itu adalah warisan budaya leluhur dan kita perlu melestarikannya. Melalui permainan tradisional inilah, anak bisa lebih memahami konsep sportifitas yang sangat penting bagi perkembangan mental anak dan menjadikan mandiri di usia dini.

Kita ambil contoh dalam permainan congklak, anak akan belajar untuk bersikap sportif, bermain jujur, menunjukkan sikap menghargai pemain lain, menerima kemenangan dengan sikap yang wajar dan menerima kekalahan pun secara terbuka.

Intinya jangan sampai lupa bahwa permainan tradisional dapat dijadikan sebagai sarana dalam memotivasi anak belajar mengelola emosi dan fisik. Semoga bermanfaat.