6 Teknik Jitu Memancing

Posted by on May 25, 2015 in Archieves | 0 comments

IMG_2520

Memancing bisa merupakan sebuah hobi yang menyenangkan, walaupun begitu harus memahami teknik-teknik dasar ketika memancing agar menjadi suatu aktifitas yang menyenangkan dan membuahkan hasil. Berikut ini teknik dasar yang jitu memancing :

  1. Persiapkan Umpan yang Menarik Ikan

Gunakanlah umpan yang menarik yaitu menggunakan rangsangan rasa, bentuk, warna, bau dan gerakan. Umpan dapat berupa umpan asli atau umpan tiruan (lure), umpan tiruan biasanya di pakai pada saat memancing di laut.

  1. Melempar Umpan

Cara sukses memancing kadang ditentukan oleh teknik lontaran atau lemparan. Lontaran harus jatuh pada titik yang tepat. Caranya yaitu pegang joran tegak lurus searah badan, arahkan mata ke titik tempat jatuhnya umpan. Gerakkan joran dengan gerakan siku ke arah depan hingga kenur tegak lurus dengan air, ayunkan umpan ke arah belakang, poin penting yaitu harus yakin dengan lemparan. Bila masih ragu, gerakan joran kembali ke depan. Kembali ayunkan umpan ke belakang dengan menggerakkan joran lurus dengan kepala. Saat umpan terayun ke belakang, lontarkan umpan bersamaan dengan arah balik ayunan umpan ke depan dengan gaya seperti menyabet dengan joran, jangan lupa melepas kenur yang tadi ditahan dengan jari. Bila gerakan dilakukan secara benar maka akan tepat sasaran.

  1. Isyarat Kenur

Pada rangkaian kenur bebas (free lining) lainnya, gerakan umpan yang dimakan ikan, getarannya langsung disalurkan ke kenur. Setelah umpan dilontarkan, gulung kenur sedikit, taruhlah joran pada cagak joran (rod rest) atur kenur agar menegang namun janganlah terlalu kencang, agak kendor sedikit. Perhatikan kenur yang memasuki air karena di sini getarannya dapat terlihat jelas. Ada 2 kondisi dimana pemancing harus segera menggentak joran. Tanpa isyarat awal, tiba-tiba saja kenur terangkat dan bergerak menjauh. Kenur yang tegang tadi tiba-tiba menjadi kendor. Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang. Keadaan lain yang dapat dideteksi seperti kenur yang bergerak-gerak mengencang dan mengendur, gerakan yang amat halus dapat anda rasakan dengan memposisikan jari telunjuk pada kenur, pada keadaan yang ekstrim joran dapat turut tercebur ke air makanya disarankan mengikatkan tali pengaman pada joran bila memancing menggunakan rangkaian ini di danau atau perairan yang dalam lainnya.

  1. Menggentak Joran

Agar ikan dapat terkait saat umpan termakan, setelah adanya deteksi gigitan ikan, maka selanjutnya pemancing perlu menggentak joran (strike) terutama bila rangkaian yang digunakan berpelampung. Gerak menggentak joran dapat digolongkan sebagai gerakan yang refleks. Untuk itu latihlah gerak refleks, sehingga tangan terlatih untuk segera meraih joran. Raih joran dengan memegangnya pada pangkal joran tepat di dudukan ril penggulung, posisi jari telunjuk ada didepan gagang penggulung jari lain berada di belakangnya. Gerakkan joran jauh ke arah belakang kepala secara cepat, usahakan jangan mengendurkan kenur dan baca gerak ikan dan mulailah mengajarnya. Gerak menggentak yang benar adalah melawan arah kenur. Pada lokasi alam, lontaran dapat saja jauh di arah kanan atau kiri dari posisi pemancing berada. Bila lontaran arah ke kiri, gentakan adalah ke belakang kanan. Bila lontaran arah ke kanan, gentakannya ke belakang kiri. Pada empang pemancingan lontaran umpan hanya ke arah depan saja, karena sebelah kanan kiri ditempati orang.

5.Perhatikan Kondisi air

Pemilihan waktu memancing yang tidak tepat dengan ikan yang akan diincar dapat membuat kegiatan memancing kurang menyenangkan. Dengan memahami kebiasaan ikan, maka akan memperoleh hasil pancingan sesuai keinginan.

6.Menaklukan Ikan

Menaklukkan ikan adalah saat yang paling asyik dan ditunggu oleh setiap pemancing karena merupakan suatu tantangan tersendiri. Gerakan ikan yang berontak melebihi kekuatan putus kenur (breaking strength) dapat menyebabkan kenur putus. Setel drag pada posisi setengah dari posisi mati (terkunci penuh) atau sesuai perkiraan anda sendiri, jangan biarkan drag dalam keadaan terkunci penuh. Biarkan ikan yang terpancing melarikan kenur. Arahkan joran berlawanan dengan arah lari ikan. Bila ikan merubah arah, segera gulung ril, coba menambah tekanan drag. Namun bila tenaga ikan masih besar, kurangi posisi drag dan biarkan ikan kembali melarikan kenur. Ubah segera posisi joran bila ikan berusaha lari ke arah lain. Posisi joran harus selalu berlawanan dengan arah ikan. Harus tenang, lakukan gerakan tarik ulur ini secara sabar terutama untuk ikan yang berukuran besar. Akibat daya lentur joran dan setelah beberapa kali tarik ulur ikan akan menjadi lemah, segera gulung kenur dengan gerakan memompa. Artinya gulung kenur dengan cepat dibarengi dengan menurunkan posisi joran ke arah air hingga sejajar. Angkat joran dengan gerakan siku, gulung kembali ril dengan cepat seperti tadi dengan teknik pemompaan. Bila ikan telah dekat, pemancing harus hati-hati terhadap gerakan tiba-tiba ikan yang berontak, yang penting posisi drag ril anda jangan sampai terkunci penuh supaya kenur dapat dilarikan ikan bila ternyata masih mempunyai sisa tenaga yang besar. Bila yang didapat ikan yang besar, maka sebenarnya perlawanan adalah saat ikan sudah begitu dekat dengan pemancing. Karateristik ikan mas yang besar biasanya dari tengah kolam bisa langsung menariknya. Gulung kenur secara hati-hati gunakan perasaan saat menghadapi perlawanan ikan. Hindari melawan, bila ikan masih berontak , mainkan saja dengan hati-hati untuk mengurangi tenaganya yang besar, bila ikan telah mendongak jangan gulung kenur karena akan menyebabkan ikan kembali tenggelam dan melawan. Tetapi tetaplah pertahankan posisi ikan yang telah mendongak tadi, dan untuk mendekatkannya ke tepi kolam, melangkahlah mundur hingga posisi ikan dapat dengan mudah diambil dengan jarring ikan.